Bagaimana Cara Diversifikasi Investasi di P2P Lending?

Apa itu diversifikasi? Diversifikai adalah istilah yang seharusnya dipahami dan dipraktekkan oleh setiap investor di dunia, entah pemula atau senior.

Read More

Singkatnya, diversifikasi adalah menyebarkan dana anda ke berbagai macam jenis produk investasi 2021 dengan tujuan meminimalkan risiko investasi anda secara keseluruhan.

Memahaminya mudah bukan? Dan menurut saya, penerapannya juga mudah. Jadi saya kaget ketika seorang relationship manager P2P lending syariah Indonesia menginformasikan ke saya bahwa masih banyak lender di website tersebut yang menumpuk dana dalam satu pinjaman saja.

Ayo mulai. Saya akan jabarkan faktor apa saja yang harus dipertimbangkan ketika menyebarkan dana anda.

1. Platform Investasi

Sebelum pusing memilih pinjaman mana yang ingin didanai, hal pertama yang lebih penting adalah TIDAK menaruh seluruh uang anda di satu website pinjaman saja. Saya bukannya paranoid bahwa uang saya akan dibawa kabur oleh satu pihak tertentu – semua website lending di Indonesia sudah diawasi OJK sehingga hal tersebut mustahil terjadi. Namun, menyebarkan uang anda di beberapa website akan membantu anda memilih pinjaman yang lebih bervariasi! Tentu saja hal ini karena setiap website memiliki produk pinjaman yang berbeda-beda.

Menjadi lender di website apapun tidak dikenakan biaya dan proses registrasinya tidak sulit, jadi tidak ada ruginya menjadi lender di beberapa website sekaligus.

Apabila anda membutuhkan perbandingan website-website lending, serta rekomendasi bagaimana saya menyebarkan dana saya di banyak website P2P lending syariah Indonesia, maka artikel saya yang ini sudah membahasnya secara detail.

2. Durasi Pinjaman

Durasi pinjaman berkaitan erat dengan likuiditas uang anda – kapan uang yang anda investasikan bisa dipergunakan kembali.

Tenor durasi pendek, meski lebih likuid, tidak selalu bagus dan tenor durasi panjang pun tidak selalu buruk. Apabila seluruh portfolio anda berada di pinjaman durasi pendek, maka ketika pinjaman anda berakhir, ada risiko bahwa dana anda menjadi ‘dana mati’ – yakni ketika uang anda berada di wallet website (yang tentunya tidak berbunga) belum bisa kembali diinvestasikan karena tidak adanya pinjaman yang ditawarkan.

Saya pribadi suka tenor pendek, karena saya suka memindah-mindahkan investasi saya.

Saya menginvestasikan 50% dana saya di tenor pendek (satu bulan kebawah s/d tiga bulan), 35% di tenor menengah (empat bulan s/d enam bulan), dan sisanya di tenor panjang (satu tahun keatas).

3. Jumlah Uang yang Diinvestasikan

Saya sebenarnya malas membahas yang satu ini, karena pasti sudah cukup jelas dalam praktiknya. Tapi ya sudahlah, sekalian saya mencuri kesempatan untuk SEO dalam artikel ini.

Percuma saja anda sudah membagi strategi diversifikasi berdasarkan tenor, kelas, dan website, bila ujung ujungnya anda tidak mengatur nominal investasi nya supaya menjadi proporsional.

4. Klasifikasi/Kategori Investasi

Faktor yang kelima ini mungkin sama sekali tidak dipertimbangkan oleh kebanyakan investor, termasuk saya!

Klasifikasi/kategori investasi berhubungan dengan keperluan apa yang anda sedang danai.

  • Apakah untuk membiayai perusahaan membeli barang? — Berarti procurement financing.
  • Apakah untuk membantu orang yang tidak anda kenal untuk memperbaiki rumahnya? — Berarti pinjaman personal.
  • Apakah untuk membantu sebuah kampus meluncurkan program baru? — Berarti pinjaman edukasi.
  • Apakah untuk membantu petani mendistribusikan hasil panennya? — Berarti pinjaman agrikultural.

Masih banyak klasifikasi lainnya dengan istilah yang berbeda-beda sesuai dengan website masing-masing, misalnya teknologi, revolver, UKM (usaha kecil menengah), dan lain-lain. Klasifikasi pinjaman tidak berhubungan dengan kelas pinjaman. Yang berarti misalnya untuk invoice financing bisa saja ada yang kelas A maupun kelas E.

Sama seperti investasi saham, hal ini penting untuk menghindari risiko makro (faktor skala besar), misalnya regulasi atau kejadian baru yang mempengaruhi sektor industri tertentu. Misalnya dalam kasus wabah Corona tahun 2020, saya menyarankan untuk menghindari peminjam yang bekerja di sektor restoran dan pariwisata.

Terima kasih telah membaca sampai bawah!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *